Apa Perbedaan Pulsa Transfer dan Pulsa Elektrik
Pic: Pixabay

Apa Perbedaan Pulsa Transfer dan Pulsa Elektrik? Simak Penjelasannya

Diposting pada

Meningkatnya penggunaan smartphone membuat permintaan pulsa ikut meningkat pesat. Meskipun yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah paket data atau paket internet, masyarakat biasanya membeli paket internet dengan menukar saldo pulsa mereka. Karena itu, pulsa menjadi salah satu kebutuhan pokok di era serba digital ini.

Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, hampir tak mungkin ada orang tidak tahu apa itu pulsa. Tapi tahukah kalian, bahwa pulsa sendiri sebenarnya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu pulsa reguler dan pulsa transfer. Apa itu pulsa reguler dan pulsa transfer? Simak sampai habis untuk penjelasan lebih lengkapnya.

1. Pengertian Pulsa Reguler

Pulsa reguler adalah pulsa yang didapat dari metode pengisian pulsa pada umumnya, biasanya langsung dari pusat provider melalui konter terdekat atau melalui agen-agen pulsa. Pulsa reguler terbagi menjadi 2, yaitu pulsa fisik dan pulsa elektrik.

a. Pulsa fisik

Sebagaimana namanya, pulsa fisik biasanya dibeli dalam bentuk fisik seperti voucher pulsa, atau simcard baru yang di dalamnya sudah terdapat pulsa. Kebanyakan pulsa fisik yang dibeli kostumer biasanya berupa voucher pulsa.

Harga pulsa fisik ini berbeda-beda tergantung provider dan tempat kalian membeli vouchernya. Kelebihan dari voucher pulsa adalah kalian bisa membeli voucher untuk digunakan di kemudian hari tanpa takut pulsa akan terpotong.

b. Pulsa elektrik/non-fisik

Pulsa non-fisik atau bisa disebut juga pulsa elektrik merupakan pulsa yang didapat dari metode Top-up langsung dari pusat provider baik lewat perantara agen pulsa atau perantara lain. Metode ini merupakan metode yang sering digunakan ketika kalian membeli pulsa.

Baca Juga  4 Cara Mengetahui Laptop Windows Berapa

2. Pengertian Pulsa Transfer

Sebagaimana namanya, pulsa transfer merupakan pulsa yang didapat dengan mentransfer pulsa dari satu simcard ke simcard lain, dengan syarat keduanya berasal dari provider yang sama. Contohnya, nomor telkomsel mentrasfer sejumlah pulsa ke nomor telkomsel lainnya. Proses transfer pulsa ini tidak bisa dilakukan antara provider yang berbeda, seperti antara provider Telkomsel dengan XL, Indosat dengan Smartfren, dll

Biaya admin transfer pulsa yang dikenakan biasanya berbeda-beda tergantung provider. Umumnya berada di kisaran 1000-3000 rupiah dan selalu naik dalam rentan waktu tertentu mengikuti inflasi . Cara untuk transfer pulsa pun berbeda-beda tergantung providernya. Kebanyakan provider biasanya memberi beberapa pilihan mengenai cara transfer pulsa. Biasanya bisa lewat SMS, Aplikasi resmi tiap provider seperti Mytelkomsel untuk telkomsel, MySF untuk Smartfren, dll. dan bisa juga transfer pulsa lewat dial. Format transfer pulsa di setiap provider pun berbeda beda. Format lengkapnya banyak tersedia di google atau di media sosial.

3. Perbedaan Pulsa Elektrik dan Pulsa Transfer

Pulsa elektrik dan pulsa transfer sebenarnya tak jauh berbeda. Keduanya sama-sama bisa digunakan untuk mengirim pesan, melakukan panggilan, dan membeli paket data atau paket internet. Adapun beberapa perbedaan antara Pulsa Elektrik dan Pulsa Transfer, diantaranya sebagai berikut.

a. Perbedaan dari panjangnya masa aktif yang diberikan

Perpanjangan masa aktif yang diberikan pulsa transfer umumnya lebih pendek, bahkan kebanyakan tidak memperpanjang masa aktif sama sekali. Berbeda dengan isi pulsa reguler yang biasanya menambah masa aktif sesuai dengan nominal isi pulsa. Perpanjangan masa aktif dari isi pulsa reguler biasanya antara 7-60 hari tergantung nominalnya. Semakin banyak nominal pulsa yang diisi, semakin lama juga perpanjangan masa aktifnya.

Baca Juga  Apakah Pulsa Bisa Diuangkan Ke Dana

b. Perbedaan biaya admin

Biaya admin transfer pulsa dan Top up biasa tentu berbeda. Ketentuannya tergantung dari providernya. Meski begitu, biasanya biaya admin keduanya tidak jauh beda.

c. Perbedaan bonus yang diberikan

Beberapa provider memberikan sejumlah bonus kepada kostumer yang membeli pulsa. Misalnya bonus poin yang bisa ditukarkan menjadi hadiah tertentu, misalnya pulsa atau paket data. Bonus ini biasanya hanya diberikan jika kostumer membeli pulsa reguler/ pulsa elektrik, dan tidak berlaku di pulsa transfer.

d. Perbedaan cara transaksi

Seperti penjelasannya, cara pengisian antara pulsa reguler dan transfer ini berbeda. Cara pengisian pulsa transfer biasanya dari saldo nomor pengirim, lalu di pindahkan ke nomor penerima. Sedangkan pulsa reguler biasanya langsung dari pusat provider lewat agen pulsa.

Namun semakin majunya teknologi. Pengisian pulsa kini tak perlu lagi lewat perantara agen pulsa. Banyak orang yang lebih memilih membeli pulsa langsung baik dari aplikasi resmi setiap provider atau lewat marketplace menggunakan saldo e-wallet mereka. Dengan cara tersebut, kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

Di kebanyakan daerah, agen-agen pulsa sendiri tak banyak yang menggunakan cara transfer untuk mengisi saldo kostumernya. Jadi, bisa dibilang, pulsa yang selama ini kebanyakan orang gunakan adalah pulsa reguler, lebih tepatnya pulsa elektrik. Meski begitu, fitur transfer pulsa masih sering digunakan untuk berbagai situasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.